Minggu, 13 Januari 2013

Macam-Macam Reservasi

,

Pengertian Reservasi Perorangan, Rombongan dan Konferensi
                                                 
1.      Reservasi Perorangan (individual Reservation)
Individual reservation adalah pemesanan kamar untuk seorang    calon   tamu, pasangan, atau sebuah keluarga. Reservasi ini biasanya dilakukan sendiri oleh calon tamu atau agen. Harga yang diberikan adalah harga normal atau harga paket (Normal Rates/Package Rates/Family Plan Rates).

2.      Reservasi Rombongan/Tour (Group/Tour Reservation)
Group/Tour Reservation adalah pemesanan kamar yang umumnya dibuat oleh agen/biro perjalanan untuk para pelanggannya. Pesanan dibuat untuk tamu yang datang berombongan. Seringkali harga yang diberikan adalah harga diskon (Discounted Rates/Group Rates).

3.      Reservation Konferensi (Conference Reservation)
Conference reservation adalah pemesanaan kamar untuk sebuah rombongan yang akan melakukan eksibisi atau pertemuan dihotel. Reservasi ini umumnya dibuat oleh sebuah organisasi, perusahaan, atau suatu asosiasi. Harga yang diberikan untuk reservasi konferensi adalah harga komersial (Commercial Rates). Data reservasi untuk tamu rombongan dimasukan kedalam formulir tersendiri (Group Reservation Form). Sedangkan data reservasi perorangan dimasukan kedalam formulir Individual Reservation Form.


Di dalam bagian reservasi biasanya dibutuhkan formulir-formulir dan peralatan sebagai berikut :

Formulir :  
·         Reservation form
·         Group Reservation form
·         Reservation chart
·         Dencity chart
·         Stop Go Chart
·         Reservation slip
·         Reservation Confirmation letter
·         Reservation change/cancel form
·         Today’s expected Arrival list

 Peralatan :
·         Reservation rack
·         Reservation chart board
·         Computer
·         Facsimile
·         Telephone
·         Filling cabinet
·         Tables



Klasifikasi Reservasi

Dalam dunia perhotelan, kamar adalah produk yang tidak tahan lama ( perishable ), dimana kamar yang tidak terjual hari ini tidak dapat dijual kembali pada hari lain. Setiap kamar yang ada dihotel hanya dapat dijual (disewa) sebanyak 365 malam selama satu tahun. Dengan demikian kamar yang tidak terjual setiap harinya merupakan kerugian bagi hotel. Lain halnya dengan produk lain seperti yang ada di bar. Petugas bar dapat menjual produk yang tidak laku pada hari ini pada hari lain.
Tugas seksi/bagianj reservasi adalah memastikan bahwa kamar-kamar hotel dapat dipesan oleh calon tamu jauh hari sebelum mereka datang. Hotel tidak mungkin hanya mengandalkan tamu-tamu yang datang tanpa pesan kamar dahulu ( walk in guest ). Lagi pula tren kebutuhan perjalanan dewasa ini menetapkan reservasi kamar sebagai prioritas utama. Dengan mengadakan reservasi kamar sebelum tamu datang, semua kebutuhan akomodasi dapat diprediksi dan siapkan secara matang. Disamping itu, pihak hotel akan dapat menyiapkan kamar dan kebutuhan lainnya dengan lebih baik.
Dilihat dari sumbernya, reservasi dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:
                                                 
4.      Reservasi Perorangan (individual Reservation)
Individual reservation adalah pemesanan kamar untuk seorang    calon   tamu, pasangan, atau sebuah keluarga. Reservasi ini biasanya dilakukan sendiri oleh calon tamu atau agen. Harga yang diberikan adalah harga normal atau harga paket (Normal Rates/Package Rates/Family Plan Rates).

5.      Reservasi Rombongan/Tour (Group/Tour Reservation)
Group/Tour Reservation adalah pemesanan kamar yang umumnya dibuat oleh agen/biro perjalanan untuk para pelanggannya. Pesanan dibuat untuk tamu yang datang berombongan. Seringkali harga yang diberikan adalah harga diskon (Discounted Rates/Group Rates).

6.      Reservation Konferensi (Conference Reservation)
Conference reservation adalah pemesanaan kamar untuk sebuah rombongan yang akan melakukan eksibisi atau pertemuan dihotel. Reservasi ini umumnya dibuat oleh sebuah organisasi, perusahaan, atau suatu asosiasi. Harga yang diberikan untuk reservasi konferensi adalah harga komersial (Commercial Rates). Data reservasi untuk tamu rombongan dimasukan kedalam formulir tersendiri (Group Reservation Form). Sedangkan data reservasi perorangan dimasukan kedalam formulir Individual Reservation Form.


Jenis-jenis/Tipe dan Garansi Reservasi

Kegiatan reservasi yang terjadi antara calon tamu sebagai pemesan dan hotel sebagai penyedia layanan pada prinsipnya mengandung suatu kesepakatan yang harus ditaati oleh kedua pihak. Calon tamu mengajukan permintaan jenis dan jumlah kamar, pada tanggal dan untuk jangka waktu tertentu disertai dengan permintaan-permintaan tertentu. Sementara itu pihak hotel menyepakati atau menolak permintaan tersebut. Hotel akan menerima permintaan apabila kamar yang di pesan tersedia. Sebaliknya apabila kamar yang dipesan tidak tersedia maka permintaan calon tamu akan ditolak  setelah sebelumnya diberikan alternatif-alternatif lain. Permintaan dapat disampaikan oleh calon tamu melalui berbagai macam media, baik secara lisan maupun tertulis. Konfirmasi reservasi oleh pihak hotel sebagian besar dilakukan secara tertulis. Hal terpenting dalam proses reservasi adalah adanya komitmen bahwa kamar yang telah dipesan akan dipesan pada waktu kedatangan.
Untuk memudahkan penanganannya, reservasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Reservasi Bergaransi (Guaranteed Reservation)  dan Reservasi tidak Bergaransi (Non-Guaranteed Reservation). Berikut ini penjelasan selengkapnya.
     
1.      Reservasi Bergaransi
Resevasi bergaransi atau guaranteed reservation adalah suatu           pemesanan kamar yang disertai dengan jaminan. Tujuan dari penjaminan ini adalah untuk mendapatkan kepastian dari pihak hotel atas pemesanan kamar yang telah dilakukan. Jaminan diperlukan oleh hotel untuk meminimalisasi kemungkinan kerugian hotel akibat tidakan tamu yang telah memesan kamar tetapi tidak datang tanpa pemberitahuan (no show). Sistem jaminan juga sangat efektif diterapkan terutama saat tingkat hunian kamar sedang tinggi. (Peak Seaswon/High Season).
Suatu reservasi dapat dikatakan digaransi apabila telah diberikan jaminan yang berupa:
1.      Pre-payment           
Adalah pembayaran yang dilakukan oleh para calon tamu untuk sejumlah   harga kamar dan fasilitas yang dipesan selama tinggal sebelum mereka mempergunakan fasilitas/menepati kamar itu.

2.      Credit Card 
Jaminan pemesanan kamar dengan mengunakan tagihan kartu kredit. Pada saat reservasi petugas hanya menanyakan nama dan nomor kartu kredit. Ini hal yang paling umum digunakan untuk saat ini.

3.      Advance Deposit 
Jaminan pembayaran yang dikirimkan/dibayarkan oleh calon tamu kepda pihak hotel dalam jumlah tertentu, paling sedikit harga kamar untuk satu malam atau lebih, dan kurang dari harga keseluruhan selama tinggal.


4.      Kontrak Kesepakatan (Corporate)
Jaminan yang disertai kesepakatan kontrak antara pihak hotel dangan suatu perusahaan, sebuah bentuk kerjasama dimana perusahaan menyetujui untuk membayar sejumlah kamar kepada pihak hotel. Pembayaran tersebut dilakukan apabila kamar digunakan ataupun tidak digunakan.

5.      Agen Perjalanan (Travel Agent) 
Adalah penjaminan pemesanan kamar yang dilakukan oleh pihak agen perjalanan. Alat yang dipakai untuk penjaminan berbentuk voucher.



2.      Reservasi Tidak bergaransi
Reservasi tidak bergaransi atau non-guaranteed reservation adalah suatu pemesanan kamar yang tidak disertai jaminan apapun. Pihak hotel hanya memastikan kamar yang telah dipesan tersedia sampai pada batas waktu yang telah ditentukan saat tanggal kedatangan. Biasanya batas waktu tersebut adalah pukul 18.00 waktu setempat. Hal ini sering disebut juga dengan istilah state reservation cancellation time.

Reservasi Rombongan  Bergaransi
Resevasi rombongan bergaransi atau guaranteed reservation group adalah suatu pemesanan kamar yang disertai dengan jaminan oleh pihak agen, perusahaan, organisasi. Tujuan dari penjaminan ini adalah untuk mendapatkan kepastian dari pihak hotel atas pemesanan kamar yang telah dilakukan. Jaminan diperlukan oleh hotel untuk meminimalisasi kemungkinan kerugian hotel akibat tidakan tamu yang telah memesan kamar tetapi tidak datang tanpa pemberitahuan (no show). Sistem jaminan juga sangat efektif diterapkan terutama saat tingkat hunian kamar sedang tinggi. (Peak Seaswon/High Season).
Suatu reservasi dapat dikatakan digaransi apabila telah diberikan jaminan yang berupa:
           
6.      Pre-payment           
Adalah pembayaran yang dilakukan oleh para calon tamu rombongan untuk sejumlah harga kamar dan fasilitas yang dipesan selama tinggal sebelum mereka mempergunakan fasilitas/menepati kamar itu.

7.      Credit Card 
Jaminan pemesanan kamar dengan mengunakan tagihan kartu kredit. Pada saat reservasi petugas hanya menanyakan nama dan nomor kartu kredit. Ini hal yang paling umum digunakan untuk saat ini.

8.      Advance Deposit 
Jaminan pembayaran yang dikirimkan/dibayarkan oleh calon tamu kepda pihak hotel dalam jumlah tertentu, paling sedikit harga kamar untuk satu malam atau lebih, dan kurang dari harga keseluruhan selama tinggal.

9.      Kontrak Kesepakatan (Corporate)
Jaminan yang disertai kesepakatan kontrak antara pihak hotel dangan suatu perusahaan, sebuah bentuk kerjasama dimana perusahaan menyetujui untuk membayar sejumlah kamar kepada pihak hotel. Pembayaran tersebut dilakukan apabila kamar digunakan ataupun tidak digunakan.

10.    Agen Perjalanan (Travel Agent) 
Adalah penjaminan pemesanan kamar yang dilakukan oleh pihak agen perjalanan. Alat yang dipakai untuk penjaminan berbentuk voucher.


Sistem Penanganan Reservasi
A.      Sistem Reservasi secara manual
Sistem penanganan reservasi dengan cara manual adalah dengan sebagai berikut :
1.      Seluruh informasi pemesanan kamar dicatat pada Formulir Reservasi (Reservation Form). Data reservasi kemudian dipindahkan pada slip atau buku Harian Reservasi (Reservation Slip/Diary)
2.      Tabel yang digunakan biasanya adalah Conventional Reservation Chart (CRC) atau Density Chart dimana seluruh pemesanan kamar yang telah diterima dimasukan pada table tersebut berdasarkan bulan.

B.      Penanganan Reservasi dengan Sistem Komputer
Computerized System dapat digunakan sebagai bagian dari manual System. Informasi data pemesanan kamar dicatat pada Formulir pemesanan kamar secara manual dan kemudian data tersebut dipidahkan kedalam computer.
Sebuah sisrem resercasi dengan computer tidak hanya untuk mengontrol room availability tetepi juga untuk memproses seluruh data reservasi. Saat reservasi diterima, semua data dimasukan kedalam sistem komputer. Hal ini memungkinkan untuk menjaga agar seluruh data reservasi tetep akurat., yang berguna untuk pengawasan kamar yang tersedia. Pada beberapa kasus, computer reservasi dapat diprogam untuk secara otomatis menolak permintaan reservasi bila hotel sedang fully booked, dan dapat langsung membuat daftar tunggu (waiting list) bila terjadi pembatalan reservasi.

C.      Permintaan Reservasi dan Menentukan Ketersediaan Kamar

1.      Permintaan Reservasi

Reservation Inguiries Adalah permintaan reservasi dari para pelangan. Untuk menghadapi permintaan reservasi, petugas harus mengumpukkan informasi atau data tentang calon tamu dan orang yang memesan kamar. Informasi yang diperlukan oleh hotel antara lain :

1.   Nama tamu
7.  Harga kamar
2.   Alamat dan nomor telepon
8. Jumlah orang yang akan menginap
3   Nama Perusahaan atau Biro Perjalanan
9.  Cara pembayaran
4.   Tanggal kedatangan
10.  Permintaan khusus
5.   Tanggal keberangkatan
11. Nama pemesan/orang yang akan dihubungi untuk tindak lanju
6. Jenis dan jumlah kamar yang diminta


Informasi yang telah diperoleh akan dimasukan kedalam formulir Pemesanan Kamar atau Komputer Terminal.

1.      Memeriksa Kamar yang Tersedia
Sebelum menerima suatu permintaan reservasi kamar, yang tersedia (checking room availability) pada tabel kontrol reservasi. Adapun bentuk tabel control reservasi terdiri dari beberapa macam, antara lain :

a.      Papan Perkiraan Kamar

Forecast board atau papan keadaan kamar untuk masa yang akan datang bentuknya menyerupai sebuah kalender. Papan data keadaan kamar dimasa mendatang ini biasanya ditampilkan dalam priode untuk 4 bulan kedepan dan tanggal yang tertera mewakili informasi tentang status kamar.

b.     Tabel Reservasi (Reservation Chart)
Banyak hotel mengunakan Reservation Chart atau tabel pemesanan kamar. Tabel tersebut digunakan untuk menampilkan dan mendata kamar yang tersedia. Resevation chart dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu Conventional Chart dan Density Chart. Stop Go Chart.




1.      Conventionsl chart.

Conventional Chart umumnya dipergunakan pada hotel kecil yang jumlah kamarnya tidak terlalu banyak. Dari tabel konvensional dapat diketahui jumlah kamar yang terisi dan kamar yang sudah dipesan. Tabel ini tidak memungkinkan untuk dipergunakan dihotel besar karena akan menghabiskan kertas cukup banyak. Selain itu, dengan jumlah kamar yang banyak, pekerjaan mengisi data akan menjadi lama dan kurang efektif. Oleh karena itu hanya hotel-hotel dengan jumlah kamar yamg sedikit saja yang mengunakan tabel ini. Prosedur pengisian conventional chart adalah sebagai berikut :
a.      Pengisian dan perubahan harus dilakukan dengan pensil.
b.      Perhatikan nomor kamar yang akan dialokasikan sebelum memberikan konfirmasi.
c.      Pemberian tanda alokasi dengan strip anak panah mulai dari tanggal tiba sampai tanggal berangkat, sedangkan diatas tanda strip dituliskan nama tamu dengan pensil.
d.      Dalam penulisan nama tamu, jabatan atau nama pemberi tidak perlu ditulis, cukup dengan nama keluarga (surname)
e.      Bila terdapat pesanan pendek satu atau dua hari saja dan tidak memungkinkan untuk menulis nama tamu secara lengkap, maka cukup diisi dengan NOMOR FOLIO pada buku harian (F2, F3, dan seterusnya).
f.        Harus dilakukan perbaikan bila terjadi perubahan dan keluarkan dari tabel bila terjadi pembatalan


Kelebihan dari conventional chart:
a.      Nomor kamar dapat ditentukan sebelum tamu tiba.
b.      Lebih mudah untuk melihat kamar yang masih dapat dijual.
c.      Nama para tamu dapat dilihat dengan jelas.
d.      Sangat efektif untuk hotel kecil.
e.      Menyita banyak paperwork

Kelemahan
a.      Kelebihan pemesanan kamar tidak bias dilihat.
b.      Memerlukan waktu lama untuk memasukan atau mengubah data
c.      Sulit untuk menentukan kamar.


2.      Dencity chart.

Hotel-hotel menengah biasanya mempergunakan tabel peme-sanan kamar yang berbentuk Density/Room Control Sheet. Kedua tabel, baik konvensional maupun density, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menyimpan data tamu yang mengadakan pemesanan. Dari density chart dapat diketahui jumlah pemesanan kamar yang telah diterima dan jumlah kamar yang masih dapat dipesan. Pada density chart, saat reservasi kamar belum bisa ditentukan. Kamar baru ditentukan minimum satu hari sebelum tanggal kedatangan tamu.

Cara pengisian Density chart:
a.      Pengisian dilakukan dengan pensil.
b.       Mempergunakan tanda strip atau garis pada kolom yang sudah ditentukan (/).
c.      Pengisian dimulai dari tanggal tiba sampai satu hari sebelum berangkat.
d.      Pengisian dimulai dengan garis yang mengikuti tempat yang kosong dibawah tempat yang sudah terisi.
e.      Pada density chart tidak perlu diisi tanda panah atau menulis seperti pada conventional chart.
f.        Bila terjadi pembatalan, tanda garis dapat dihapus mulai dari tanda yang terakhir.

3.      Stop go Chart
Bagan ini diciptakan untuk mempermudah pekerjaan petugas pemesanan kamar ( Reservationist ) di hotel-hotel yang berstatus reseort. Sebagai hotel non-bisnis, biasanya hotel resort sudah mengetahui saat-saat hotel penuh maupun pada waktu hotel sedang sepi. Stp go chart memiliki sejumlah cirri khusus, di antaranya :
·         Sangat cocok untuk kategori resort hotel
·         Pengalokasiaan kamar menjadi sangat mudah pada waktu high season.
·         Data isian plan/chart untuk masa satu tahun.


c.      Sistem Komputerisasi Reservasi

Program reservasi menyajikan laporan paling aktual tentang   
status kamar, tingkat hunian kamar, memungkinkan untuk mengeluarkan secara cepat posisi kamar yang kosong, serta keperluan reservasi lainnya.








Pada sistem computer, room Availability untuk reservasi akan ditampilkan pada Visual Display Unit (VDU) pda Computer Terminal atau lembar cetakan (Printed).

Today’s date: 1 January
Total Number of Room : 105

                                                  Room Available
Date                  SR                    DR              TR           ST
1/1                     -3                      21               26             5
2/1                     -2                      21               11             5
3/1                     -2                      22               14             4
4/1                     4                       19               12             5
5/1                     3                       20               17             3

Example Laporan Ketersediaan Kamar (Sistem Komputerisasi )
   
d.     Menerima atau menolak Permintaan Pemesanan Kamar
Setelah memeriksa kamar yang sudah dipesan oleh tamu, petugas reservasi mendapat dua opsi, yaitu menerima atau menolak pemesanan kamar itu. Jika kamar tersedia, permintaan pemesanan kamar akan diterima. Petugas reservasi kemudian melakukan proses pendataan reservasi sesuai dengan sistem yang berlaku dihotel, apakah dengan formulir reservasi atau dengan pengolahan data melalui computer terminal. Sebaiknya, apabila kamar yang diinginkan tamu tidak tersedia, petugas perlu memberikan berbagai alternatif pilihan kepada calon tamu, seperti menawarkan kamar lain, masuk daftar tunggu, pindah kamar setelah satu hari kedatangan, ataupun menawarkan hotel lain yang sejenis. Bila segala pilihan alternatif yang diberikan tidak diterima oleh tamu, maka pemesanan kamar tersebut akan ditolak.
      Ada beberapa alasan yang umum mengapa suatu pemesanan kamar ditolak :
1.      Kamar yang dipesan tidak tersedia.
Pihak hotel tidak dapat mengabulkan permintaan calon tamu,         seperti jenis kamar, tanggal yang diminta, dan fasilitas lain karena kamar tidak tersedia.
2.      Kamar hotel telah habis dipesan (fully booked)
Hotel mengalami fully booked atau kamar penuh sehingga                                      pemesanan kamar tidak dapat diterima lagi. Hal ini biasanya terjadi saat musim ramai (peak season)
3.      Tamu masuk dalam daftar hitam.
Black listed guest adalah calon tamu yang sebelumnya telah diketahui memiliki reputasi buruk sebagai tamu pada masa lalu dihotel tersebut. Tamu dimasukkan dalam klasifikasi ini bila terkait dengan masalah pembayaran rekening atau hal lain yang dianggap merugikan hotel.



Media dan Sumber Reservasi
Media reservasi adalah alat, media, metode, atau cara yang  digunakan oleh calon tamu dalam melakukan pemesanan kamar. Media yang digunakan untuk proses reservasi antara lain:
               
1.      Telepon
2.      Surat
3.      Faksimili
4.      E-mail (Electronic mail melalui jaringan internet)
5.      Computer Terminal 
6.      Personal (tamu datang langsung)

Sumber reservasi adalah orang atau pihak-pihak yang menjadi sumber datang reservasi. Sumber-sumber ini sebagian besar telah memiliki jalinan kerjasama yang dituangkan dalam bentuk kontrak kerjasama

Sumber reservasi bagi hotel meliputi:
1.      Perorangan 
Setiap orang yang yang mengadakan reservasi merupakan       sumber pemesanan bagi hotel, baik pesanan untuk perorangan maupun rombongan.

2.      Perusahaan Penerbangan (Airline)
Perusahaan penerbangan sering memesan kamar hotel untuk :
a.      Para penumpang, yaitu apabila ada penundaan keberangkatan pesawat yang mengharuskan para penumpang menginap. Dalam hal ini perusahaan penerbangan akan menanggung semua biaya akomodasi untuk penumpangnya.
b.      Para awak pesawat yang singgah dan bermalam disuatu kota, terdiri dari kapten, pilot, co-pilot, pramugari, teknisi, dan lain sebagainya. Karena kegiatan mereka sudah ter-jadwal, maka hotel pun dapat dengan mudah mengalokasikan kamar-kamar untuk mereka.

3.      Biro Perjalanan (Travel Bureau) 
Biro perjalanan merupakan sumber pemesanan kamar yang amat   potensial bagi hotel. Dalam kegiatannya, biro perjalanan menjual paket wisata yang di dalamnya termasuk akomodasi. Pemesanan hotel dilakukan biro perjalanan apabila:
a.      Tamu membeli paket wisata yang meliputi akomodasi didalamnya. Dalam hal ini biro perjalanan akan mendapatkan keuntungan dari harga kamar khusus.
b.      Tamu meminta biro perjalanan untuk memesankan kamar saja tanpa membeli paket wisata. Dalam hal ini biro perjalanan juga akan mendapatkan komisi atas jasa atau rekomendasinya. Komisi yang diberikan hotel kepada biro perjalanan untuk jasa ini bervariasi, dari 10 hingga 15 persen dari harga kamar sebelum ditambahkan pajak dan pelayanan (tax & service).

4.      Company/Corporate  
Sudah cukup lazim dalam dunia bisnis, perusahaan menugaskan manajemen dan karyawan untuk tugas keluar, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Untuk keperluan akomodasi, perusahaan tersebut akan memesankan kamar hotel ditempat tujuan. Selain itu, perusahaan dapat juga memesankan kamar untuk tamu-tamunya.

5.      Pemerintah (Government)
Pemerintah memesankan kamar hotel untuk para pejabat yang sedang dalam perjalanan dan mengharuskan mereka menginap, ataupun untuk para tamu negara yang datang dari mancanegara. Pembayaran pesanan jenis ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

6.      Kantor Pemesanan Pusat (Central Reservation Office)
CRO adalah sebuah kantor jaringan pemesanan kamar yang memiliki kerjasama dengan hotel-hotel diseluruh dunia.

CRO dibedakan menjadi dua jenis, antara lain:
a.      Affiliate Reservation Network
Yaitu jaringan pemesanan kamar untuk hotel yang memiliki mata rantai (hotel chain) dengan sistem reservasi online, seperti Holidex (Holiday Inn Group), Maxial (Hyatt Group), Accor (Novotel Group).

b.      Non-affiliate Reservation Network
Yaitu jaringan pemesanan kamar yang tidak terikat pada mata rantai hotel atau independent, seperti LHW (Leading hotel of the World), SRS (Steigenberger Reservation Service), dan lain sebagainya.

7.      Perwakilan Hotel di Bandara (Airport Representatives)
Hotel seringkali menempatkan karyawannya untuk menjemput tamu yang akan tiba dibandara. Disamping itu petugas ini juga bertugas mencari tamu yang belum mendapatkan hotel untuk menginap.

8.      Perusahaan Penyewaan mobil (Airport Representatives)
Di negara-negara barat, perusahaan penyewaan mobil menjadi sumber pemesanan kamar yang cukup prospektif. Para pelancong yang ingin menggadakan perjalanan menggunakan mobil dapat sekaligus memesan kamar. Perusahaan penyewaan mobil kemudian memesankan kamar ke hotel-hotel yang biasanya menjadi partnernya.


9.      Penyelenggara Acara (Event Organizer)
Penyelenggara acara berhubungan dengan para pelangan yang sering membutuhkan akomodasi, misalnya rombongan konfe-rensi. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan event organizer untuk memesankan akomodasi untuk mereka.

5 komentar:

  1. mau nanya ini menurut siapa ya ? apakah menurut para ahli, atau tidak ?

    BalasHapus
  2. yah sayangnya gak bisa di copas gan, hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. block aja semua kata truss tinggal pencet ctrl+c ...... bisa kok :p

      Hapus
  3. PELUANG LAIN LAGI, APAKAH ANDA USAHA MAN / WANITA, A PEKERJA DI ORGANISASI, Wiraswasta? Membutuhkan pinjaman pribadi untuk bisnis tanpa stres, Jika demikian, hubungi kami hari ini, kami menawarkan pinjaman tahun baru pada tingkat bunga rendah dari 2%, Anda dapat memulai tahun baru dengan senyum di wajah Anda, keselamatan, kebahagiaan kami pelanggan adalah kekuatan kita. Jika Anda tertarik, mengisi formulir aplikasi pinjaman di bawah ini:
    Informasi Peminjam:

    Nama lengkap: _______________
    Negara: __________________
    Sex: ______________________
    Umur: ______________________
    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
    Durasi Pinjaman: ____________
    Tujuan pinjaman: _____________
    Nomor ponsel: ________

    Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami sekarang melalui email: vicksheddyloancompany@gmail.com

    BalasHapus